Selasa, 16 Desember 2014

Lepaskan Dia yang untuk Dilepaskan



sumber: www.penacewek.com

        Terkadang kamu sadar bahwa orang yang kamu sayangi tak pernah bisa memberikan cinta seperti tulusnya kamu mencintainya, tapi kamu selalu berusaha untuk mempertahankannya. Kamu bilang itu karena rasa cintamu terlalu besar untuk mengalahkan egomu. Sebenarnya cinta yang terlalu besar apa kamu yang terlalu bodoh mau menunggu lama untuk cinta yang jelas-jelas telah tiada. Jawabannya cuma percuma.
        Tapi kamu akan mengelak dan kamu bilang “Itu karena  kamu nggak merasakan apa yang aku rasakan?” sebuah kata pembelaan buat hati yang belum bisa move on. Dan seolah-olah orang yang merespon dan menanggapi curhatan kamu jadi selalu salah dimatamu. Nggak papa kok saat itu kamu emang lebih banyak menggunakan perasaanmu dari pada logikamu. Dia yang selalu kamu tunggu-tunggu udah menutup logikamu. Jadi seakan-akan bertahan adalah cara yang paling ampuh entah nggak tau sampai kapan kamu bisa bertahan
        Sebenarnya saat itu juga kamu  memulai penderitaan itu sendiri dalam hatimu. Karena kamu berusaha bergantung pada ranting yang patah. Dan akhirnya kamu sendiri yang akan terjatuh. Dan ketika terjatuh itu adalah saat yang paling bisa buat kamu tersadar kalau ternyata kamu sudah terlalu lama membuang waktu untuk bertahan, bertahan untuk dia yang sudah menghilang.
        Sekarang  yang bisa kamu lakukan adalah melepaskan. Mau nggak mau itu akan jadi jalan terindah untuk kamu, udahlah walaupun kamu belum paham. Buat apa ngelem telur yang udah retak, nggak usah dipaksain kalau pecah jadiin dadar aja, gitu deh ibaratnya kamu melepaskan dia dan kamu memulai kebahagiaan yang baru. Selamat membuat telur dadar yang enak ya. Dan lupakan dia yang harus dilepaskan.

0 komentar:

Posting Komentar