sumber: www.penacewek.com
Terkadang
kamu sadar bahwa orang yang kamu sayangi tak pernah bisa memberikan cinta
seperti tulusnya kamu mencintainya, tapi kamu selalu berusaha untuk
mempertahankannya. Kamu bilang itu karena rasa cintamu terlalu besar untuk
mengalahkan egomu. Sebenarnya cinta yang terlalu besar apa kamu yang terlalu
bodoh mau menunggu lama untuk cinta yang jelas-jelas telah tiada. Jawabannya
cuma percuma.
Tapi kamu
akan mengelak dan kamu bilang “Itu karena
kamu nggak merasakan apa yang aku rasakan?” sebuah kata pembelaan buat
hati yang belum bisa move on. Dan seolah-olah orang yang merespon dan
menanggapi curhatan kamu jadi selalu salah dimatamu. Nggak papa kok saat itu
kamu emang lebih banyak menggunakan perasaanmu dari pada logikamu. Dia yang
selalu kamu tunggu-tunggu udah menutup logikamu. Jadi seakan-akan bertahan
adalah cara yang paling ampuh entah nggak tau sampai kapan kamu bisa bertahan
Sebenarnya
saat itu juga kamu memulai penderitaan
itu sendiri dalam hatimu. Karena kamu berusaha bergantung pada ranting yang
patah. Dan akhirnya kamu sendiri yang akan terjatuh. Dan ketika terjatuh itu
adalah saat yang paling bisa buat kamu tersadar kalau ternyata kamu sudah
terlalu lama membuang waktu untuk bertahan, bertahan untuk dia yang sudah
menghilang.
Sekarang yang bisa kamu lakukan adalah melepaskan. Mau
nggak mau itu akan jadi jalan terindah untuk kamu, udahlah walaupun kamu belum
paham. Buat apa ngelem telur yang udah retak, nggak usah dipaksain kalau pecah
jadiin dadar aja, gitu deh ibaratnya kamu melepaskan dia dan kamu memulai kebahagiaan
yang baru. Selamat membuat telur dadar yang enak ya. Dan lupakan dia yang harus
dilepaskan.
.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar