Kamis, 13 Februari 2014

Presiden SBY Mendorong para Wirausahawan Indonesia membuka Usaha Warung di Luar Negeri



Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong para wirausahawan untuk merambah pasar kuliner di luar negeri. SBY yakin akan banyak peminat terhadap makanan khas Indonesia. Selain itu, langkah tersebut sebagai upaya untuk meneguhkan identitas bangsa melalui kuliner.

SBY menilai, ada peluang bisnis yang bisa dikembangkan dengan tetap mempertahankan ciri khas Indonesia. "Kembangkan kuliner Indonesia," kata SBY di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/1). SBY yakin, kuliner Indonesia bisa mendapatkan tempat tersendiri. Kuliner Indonesia bisa dikembangkan tak hanya sebatas pada nasi goreng, tetapi masakan lainnya.

"Kalau Presiden AS senang nasi goreng, banyak yang juga suka masakan Indonesia," kata SBY. Ia menceritakan bagaimana kuliner Indonesia diminati oleh Presiden AS Barack Obama. "Dia (Obama) kaget ada nasi goreng. Langsung dia ambil. Dalam waktu singkat ludes, habis," katanya.

Melihat fenomena itu, ia berharap para pengusaha muda mau dan bisa melirik potensi bisnis kuliner khas Indonesia. Bahkan suatu kelak nanti SBY bermimpi kuliner khas Indonesia yang lezat dan beraneka ragam bisa bersaing layaknya kuliner khas Tiongkok dan Vietnam.

"Tolong wirausaha muda kembangkan kuliner Indonesia. Thailand punya simbol kitchen of the world. Masakan Tiongkok dan Vietnam terkenal sebagai kuliner di dunia. Indonesia suatu saat juga bisa dikenal," katanya.

Terkait dengan entrepreneurship, Presiden mengaku senang. Di negeri ini makin banyak wirusahawan, utamanya kaum muda, yang mengerti betul kewirausahaan dan kemudian sukses.

Diakui Presiden, meskipun ada pula kaum muda yang maunya serba cepat dan serba mudah, ingin cepat kaya dan cepat jadi pemimpin besar, serta menempuh jalan pintas disertai dengan cara-cara yang tidak baik. Ambisinya yang sangat, sangat berlebihan, tetapi tidak gigih dalam berikhtiar. “Tentu bukan begitu jiwa, pikiran dan tindakan kaum wirausahawan,” ujar SBY.

Ia menyebutkan, dalam dunia usaha, seorang wirausaha adalah menemukan produk dan jasa yang baru, membuka pasar yang tadinya belum ada, memberikan nilai tambah terhadap barang dan jasa, menghubungkan modal dengan pekerja, dan membikin bisnis dan ekonomi semakin bergerak dan berkembang.

Presiden SBY menegaskan, peluang dan kesempatan bagi wirausaha untuk mengembangkan bisnis di Indonesia ke depan ini masih terbuka, bahkan makin ke depan makin besar peluangnya.

Dengan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang besar, ekonomi tumbuh tinggi dan GDP makin besar, yaitu nomor 16 di dunia, kata Presiden, kebutuhan barang dan jasa bagi 240 juta jiwa penduduk Indonesia juga tinggi.

Consuming class atau kelas menengah tumbuh pesat lebih kurang 50 juta sekarang, dan akan menjadi 125 juta pada 2030. “Mereka memerlukan produk barang dan jasa yang lebih berkualitas, karena daya beli mereka tinggi,” jelas SBY.

Karena itu, tambah Presiden, ekonomi di seluruh tanah air, baik pertanian, industri maupun jasa masing sangat bisa dikembangkan, dan pengembangan wirausaha menjadi sangat penting di Indonesia. (Akhmad Mustain)

Editor: Khudori

0 komentar:

Posting Komentar