Dear
yang Terindah
Aku tahu barisan kata ini tidak
akan pernah bisa mewakili perasaanku. Ataupun seribu kertas tak akan bisa
menggambarkan isi hatiku padamu.
Kamu
seperti bulan, ya bulan walaupun terlihat tapi kenyataannya jauh.
Seperti
api yang menghangatkan tapi kenyataannya tidak bisa kusentuh .
Lalu aku
bisa apa? Aku cuma bisa merangkainya dalam kertas. Dan pasti akan hanyut
dibawah tetesan hujan deras. Tapi... tenang saja sayang, untuk siapa lagi cinta
ini kusimpan kalau bukan untukmu. Ia tidak akan hanyut walaupun derasnya hujan
menerpa kulitku atau ia tidak akan layu walaupun setiap kali bunga-bunga indah
lain merayumu. Kamu memang yang terindah, walaupun tak terjamah. Kamu yang
terjaga dalam hati walaupun kamu tak pernah menyadari. Kamu yang berarti
walaupun hanya sebatas mimpi. Aku mencintaimu... sampai dan hingga detik ini.
Yang
Tersimpan


0 komentar:
Posting Komentar