Cinta sendirian, adalah sebuah alasan mengapa sebuah hati
lelah dan akhirmya berhenti. Cinta itu sejujurnya adalah tulus. Tapi ketulusan
mana yang tidak akan habis termakan waktu. Semua orang tahu dan sadar bahwa
menunggu itu sesuatu yang membosankan dan bahkan omong kosong bahwa menunggu
adalah arti dari sebuah kesabaran dan kesetiaan. Apalagi menunggu sendiri.
Menghitung detik, menghalau keluh kesah tapi akhirnya juga menyerah. Siapa yang
terus bersabar jika hati yang diharapkan tak kunjung sadar atau bahkan sadar
tapi tak memperdulikan.
Banyak hati membiarkan cintanya dalam kesendirian. Tapi
banyak hati juga tak membiarkan hatinya kosong tak terbalaskan. Dia akhirnya
lari bukan karena menyerah tapi karena ada hati lain yang tak membiarkannya
dalam sendiri. Dia hanya tak ingin cintanya yang terlalu indah berakhir dalam
separuh kisah. Kisah yang terlalu buruk untuk ia nantikan. Cinta sendirian.
Cinta sendirian, tak ubahnya mengharap tuangan air dalam
gelas tapi air dalam botol itu ternyata kosong. Percuma ia tidak akan bisa
menolong rasa dahaga. Begitu juga dengan cinta sendirian ia pasti tak akan
terus membuat dirinya larut dalam dahaga. Waktu terlalu panjang untuk mencari
botol yang berisi penuh air yang bisa menolong dahaganya.
Tapi kadang kita terlalu bodoh tak bisa mengerti dan terlalu
lama menyadari bahwa cinta itu cinta sendiri. Kita kadang menguatkan diri
berharap bahwa ia yang kita cintai segera menghampiri. Iya, dia akan
menghampiri tapi bukan untuk mencari kita tapi dia datang hanya untuk berkata
“Maaf” maaf karena dia datang hanya untuk pergi.
.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar