Kamis, 06 November 2014

Cinta Sendirian



        Cinta sendirian, adalah sebuah alasan mengapa sebuah hati lelah dan akhirmya berhenti. Cinta itu sejujurnya adalah tulus. Tapi ketulusan mana yang tidak akan habis termakan waktu. Semua orang tahu dan sadar bahwa menunggu itu sesuatu yang membosankan dan bahkan omong kosong bahwa menunggu adalah arti dari sebuah kesabaran dan kesetiaan. Apalagi menunggu sendiri. Menghitung detik, menghalau keluh kesah tapi akhirnya juga menyerah. Siapa yang terus bersabar jika hati yang diharapkan tak kunjung sadar atau bahkan sadar tapi tak memperdulikan.
        Banyak hati membiarkan cintanya dalam kesendirian. Tapi banyak hati juga tak membiarkan hatinya kosong tak terbalaskan. Dia akhirnya lari bukan karena menyerah tapi karena ada hati lain yang tak membiarkannya dalam sendiri. Dia hanya tak ingin cintanya yang terlalu indah berakhir dalam separuh kisah. Kisah yang terlalu buruk untuk ia nantikan. Cinta sendirian.
        Cinta sendirian, tak ubahnya mengharap tuangan air dalam gelas tapi air dalam botol itu ternyata kosong. Percuma ia tidak akan bisa menolong rasa dahaga. Begitu juga dengan cinta sendirian ia pasti tak akan terus membuat dirinya larut dalam dahaga. Waktu terlalu panjang untuk mencari botol yang berisi penuh air yang bisa menolong dahaganya.
        Tapi kadang kita terlalu bodoh tak bisa mengerti dan terlalu lama menyadari bahwa cinta itu cinta sendiri. Kita kadang menguatkan diri berharap bahwa ia yang kita cintai segera menghampiri. Iya, dia akan menghampiri tapi bukan untuk mencari kita tapi dia datang hanya untuk berkata “Maaf” maaf karena dia datang hanya untuk pergi.

0 komentar:

Posting Komentar