Jumat, 07 November 2014

Manusia Cuek

Manusia Cuek

sumber:carolinalidya.blogspot.com





            Kalian pasti susah banget nyari manusia cuek. Bukan karena langka tapi karena kalian juga nggak peduli sama manusia cuek itu, masih ada apa udah pada mati. Ya manusia cuek, yang mungkin seumur hidupnya dia cuma peduli sama hidupnya. Tapi nggak semua yang cuek gitu kok. Itu cuma bawaan bayi aja.

sumber:felicitaelavita.wordpres.com

            Ini adalah pengalaman hidup yang pernah aku rasain. Berhadapan dengan orang yang dia entah cuek beneran apa sok cuek. Panggil aja dia tembok. Kenapa? Karena kalau ngomong sama dia mending deh ngomong sama tembok. Karena kalau ngomong sama tembok itu udah pasti didiemin tapi dia nggak nyakitin. Nah tapi kalau ngomong sama nih orang, dia udah diem sekali ngomong pengen deh mbanting langsung di tempat kalau nggak, pengen jedotin kepala sekalian.

            Manusia cuek itu tadi kalau berhadapan langsung dan ngobrol langsung. Tapi bakal lain lagi kalau udah di sms. Suer ini pengalaman banget. Misal  ada sms “lagi ngapain?” balesnya “ngerjain tgs” sms lagi “ tugas apa?” jawabnya “MM lah.” Udah mulai kelihatan judesnya. “udah selesai?” jawabnya lagi “blm”. Tuh kalau bales aja bagaikan harga sms seribu rupiah per karakter. lanjut “ya udah cepetan dikerjain sana!” balesnya “Z.” Dan kalau udah kayak gitu masalahnya adalah satu karena dia emang cueknya nggak ketulungan, dua karena smsnya kalau bayar per karakter, tiga matanya udah terlalu mines buat bales sms terlalu panjang, empat karena emang supaya dia pengen dicap manusia cuek- kebanggan banget kali ya dapet julukan manusia cuek.

            Tapi ada juga manusia cuek yang masih memedulikan sekitarnya tapi kadang dia masih juga nggak peka. Yang ini rada bingung ngungkapinnya. Karena dia itu peduli bergaul dengan teman-temannya tapi terkadang nggak peka juga. Dia biasa cuek sama lawan jenisnya, tapi dia peduli kalau temennya (termasuk lawan jenisnya tadi) lagi dilanda susah. Dia yang kayak gitu biasanya lebih peduli sama prestasinya dari pada soal cowok atau  cewek yang cuma bisa ngrusak hidupnya. Dia masih normal suka sama lawan jenisnya tapi cintanya cuma sebatas logika. Karena di fikirannya cinta tu bukan apa-apa dan nggak akan berpengaruh buat ngrusak kehidupannya. Dia yang kayak gitu terlalu gengsi ngungkapin perasaannya dan terlalu gengsi kalau dia juga kadang sadar dalam kesendiriannya. Tapi mau gimana lagi kan emang udah bawaan bayi.

            Em.. tapi jangan salah kalau manusia cuek yang satu ini lagi jatuh cinta atau udah kecantol sama lawan jenisnya dia akan cinta sama 1 manusia itu aja, cintanya nggak akan terbagi. Walaupun kelihatannya dia nggak peduli. Tapi dia tu cuma terlalu gengsi ngungkapin isi hatinya sejujur-jujurnya. Jadi bisa disimpulin harga dirinya tu terlalu mahal cuma buat sekedar bercinta yang belum pasti bahagia di akhirnya.

            Manusia cuek yang jaim. Dia sok cuek seumur hidupnya tapi sebenarnya dia seneng dikejar kejar wlaupun pura-pura nolak. Contoh nih kalau dia dikejar-kejar pura-puranya dia sok sebel tapi sebenarnya seneng ada yang ngejar-ngejar dia. Dan kadang dia inginnya terus di kejar padahal dia tahu kalaupun dia terus dikejar dia nggak akan berhenti. Ya balik lagi karena gengsinya itu terlalu tinggi dan dia selalu ingin nomor satu di hati siapapun. Walaupun dia sulit menomor satukan seseorang. Nggak adil banget kesannya orang cuek itu. Tapi yang buat istimewa adalah manusia cuek itu selalu jadi sasaran dari rasa penasaran.


            Nah aku nggak punya banyak referensi sih tapi temen-temen bisa nambahin kok di obrolan. Thanks udah tengok tengok blog Namira, titik dua bintang buat kalian J

0 komentar:

Posting Komentar