Sumber: www.gopixpic.com
Rindu, rasa yang
tidak pernah bisa dipungkiri selalu ada dan dimiliki oleh setiap hati. Dan
ketika ada pertanyaan, rindu apa yang paling menyakitkan? Jawabannya adalah
rindu yang terpendam, rindu yang tidak pernah mampu untuk diungkapkan. Alasan
kenapa rindu itu terlalu menyakitkan adalah, karena ketika kita rindu kita
tidak bisa mengungkapkan rasa rindu itu kepada seseorang yang kita rindukan,
ketika harga diri terlalu mahal untuk mengungkapkan sebuah kerinduan, dan ketika
rindu itu terlalu basi untuk diungkapkan.
Basi? Ya karena
yang kita rindukan sudah kadaluwarsa untuk dikenang. Siapa dia? Masa lalu.
nggak usah ngelak kalau lagi ngomongin masa lalu. Nggak ada manusia yang hidup
tanpa masalalu dan banyak juga hati yang sampai saat ini masih suka merindukan
masa lalu. Masa lalu, yang katanya udah beneran “move on” eh tiba-tiba teringat
dan kangen jadi manusia melo deh. Tapi sayangnya rindu itu terlalu sakit untuk
diungkapkan entah karena dia yang sudah terlalu lama terbuang waktu, entah
karena kita yang terlalu gengsi, atau entah juga karena dia sudah ada yang
memiliki.
Sumber: yahadramaut.worpress.com
Hayo, jujur aja
deh kamu. Pasti pernah rindu kan sama yang namanya masa lalu. Tapi kenapa rasa
rindu itu seakan tertahan dan nggak untuk diungkapkan. Dan itu sakit kan ketika
rindu tapi tak bisa tersampaikan. Yang bisa dilakukan adalah cuma mengenang.
Yah kasian banget, mengenang MASALALU, rindu MASALALU. Tapi ternyata dia udah
ada yang punya tuh. Dan ngenesnya emang dia peduli apakah kita rindu dengan dia
apa nggak, apakah dia inget kenangan sama kita apa nggak? Intinya adalah rindu
itu seolah –olah jadi rindu yang paling menyakitkan. Kita tidak mampu untuk
mengungkapkan dan kalaupun kita bisa mengungkapkan belum tentu jawaban manis
yang kita harapkan, bahkan bisa jadi itu adalah pengakuan yang memalukan. So
tahan aja rindu yang menyakitkan itu sampai datang waktunya untuk diungkapkan
atau kalau nggak bisa diungkapkan tahan aja terus sampai kamu benar-benar jadi
manusia yang sok tegar.

0 komentar:
Posting Komentar